table of content          about         contact

mulai dan kemudian nggak pake berhenti

  • mulai: kebanyakan tokoh besar, khususnya yang berkaitan dengan dunia komputer, mulai melakukan aktifitas pada saat mereka belum memiliki sarana pendukung yang kuat, belum memiliki katakanlah komputer canggih, belum juga memiliki bandwidth yang kenceng (cobalah cari tahu siapa-siapa di antara mereka yang memulai dengan komputer cap nebeng di kost temen ato memanfaatkan lab kampus). kalo kita mau mulai tapi selalu nunggu, terus kapan mulainya ?
  • tidak mengeluh: dengan buku-buku yang terbatas, dengan komputer murah dan bahkan tua, mereka tetap bekerja bersungguh-sungguh, nggak banyak menuntut ke luar, tapi lebih menuntut diri sendiri (tahukah anda komputer pribadi yang digunakan oleh richard m. stallman atau patrick j. volkerding, greg hartman, alan cox dan lain-lain ? komputer mereka nggak lebih canggih dari yang anda miliki, anda nggak perlu memandang komputer yang dipake para selebritis opensource seperti onno w. purbo, apalagi milik pakar soto lamongan rm. roy suryo)
  • membaca: mereka banyak membaca, sedikit saja bertanya (hanya jika benar-benar diperlukan sekali) dan sekali bertanya mereka akan benar-benar memperhatikan jawaban yang diterima.
  • memberi: tidak hanya memperhatikan kebutuhan pribadi, mereka benar-benar membuat dan memberikan 'sesuatu' yang bahkan mereka sendiri sama sekali nggak butuh, tapi diperlukan orang lain (linus torvalds pernah bilang gini : 'aku mana tahu kode bagian ini dan itu bekerja dengan baik ato enggak, lawong aku nggak punya hardwarenya, aku cuma nulis kode berdasarkan spek yang aku terima saja, yang tahu bekerja baik ato enggak ya mereka yang memiliki hardware tersebut')
    anda boleh saja memulai dari diri sendiri, memberikan laporan-laporan kutu, menerjemahkan bahasa-bahasa lokal, ah banyak kok yang mungkin nggak anda butuhkan dan terbukti orang lain membutuhkan

  • menikmati: kebanyakan mereka beranggapan bahwa pemrograman adalah seni, dan mereka menikmatinya, beberapa mereka yang lain menganggap pemrograman adalah magic (==sulap ?), nah jika seseorang bisa benar-benar menikmati apa yang dikerjakan hasil kerjanya akan sangat berbeda dengan orang yang bekerja karena tuntutan.
  • nggak berhenti: sesudah membuat katakanlah satu pustaka atau satu aplikasi dan sudah teruji bisa bekerja dengan baik, mereka nggak akan berhenti sampai di situ, mereka akan terus-menerus mempelajari bagian bagian pustaka atau aplikasinya, mana yang bisa dikembangkan, mana yang perlu ditambal ato mungkin juga fitur yang perlu dipangkas (nggak dibutuhkan lagi ato tergantikan fitur lain yang setara ato bahkan lebih baik).
  • mendengar: kaitannya dengan setiap sesuatu mesti ada sesuatu (duh, bisakah anda menjelaskan ?), mereka membaca dengan teliti setiap laporan kutu (ini bahasa apa lagi ?) yang entah dari review di koran-koran, website, blog, milis, eh mereka kenal capek nggak sih ?

yang di atas ini hanya sebagian saja dari yang mereka lakukan, pertanyaannya: bisakah kita meniru yang 'hanya sebagian saja' ini ?